Judul: The Jacatra Secret: Misteri Satanic Symbols di Jakarta
Nama Penulis: Rizki Ridyasmara
Penerbit: Penerbit Salsabila
Tahun: 2011
Tebal: 523
Rahasia dahsyat apakah gerangan yang tersembunyi dari sebuah bangunan
Museum Sejarah Jakarta ? Mulai dari susunan batu khusus yang terletak
tepat di depan sebelah kanan pelataran utamanya, gerbang utama yang
berupa batu lengkung dan keystone dengan simbol bunganya serta patung
Dewa Hermes yang terletak dibagian belakang gedung. Misteri apa pula
dibalik angka 13 yang menyelimuti keseluruhan bangunan tersebut ?
Ada apa pula dengan Hollywood ? Apakah benar industri film ini sebuah
penyampai pesan yang digunakan kelompok Luciferian kepada seluruh umat
manusia ? Rahasia apa yang terdapat dalam lambang ular di logo dunia
kesehatan ? Serta rahasia terbesar apakah yang terdapat dalam
penambangan emas di Papua oleh PT Freeport ? Misteri apa yang
menyelimuti gedung Bappenas sekarang ? Ada apa dengan angka 666 ? Apa
makna dibalik pembangunan Tugu Monas ? Benarkah ada maksud terselubung
dalam perenovasian bundaran air mancur Hotel Indonesia dengan tema
sentral cahaya ? Begitu banyak rahasia dan fakta sejarah otentik yang
dapat pembaca temui dalam novel sejarah ini.
THE JACATRA SECRET berkisah tentang petualangan pakar bahasa simbol asal Universitas George Washington, Doktor John Grant
yang diminta memecahkan sejumlah kejanggalan yang ditemukan polisi di
dekat jasad Profesor Sudradjat Djoyonegoro. Pejabat teras Bappenas
tersebut ditemukan tewas dengan luka tembak tepat di depan pintu gerbang
Museum Sejarah Jakarta.
Bersama seorang gadis cantik berdarah campuran Prancis-Indonesia,
Angelina Dimitreia yang tengah melakukan penelitian di Mabes Polri,
Doktor Grant
menemukan jika sejumlah kejanggalan tersebut diyakini merupakan
pesan-pesan tersembunyi dari sang korban sesaat sebelum kematiannya yang
ditujukan bagi mereka berdua untuk menemukan pembunuhnya.
Hanya berselang beberapa jam dari kematian sang profesor, asisten senior
ekonom Neolib tersebut dan penjaga Museum Prasasti Jakarta juga
ditemukan tewas dengan luka tembak yang sama di dua tempat yang berbeda.
Hasil awal uji forensik Polri menyatakan jika senjata pembunuhnya
identik dengan senjata yang merenggut nyawa sang profesor.
Motif kunci pembunuhan ternyata datang sendiri kehadapan Doktor Grant.
Sally Kostova, kekasih gelap sang profesor, menemukn medalion Masonik di
dalam tasnya. Doktor Grant yakin jika medalion itulah yang sedang
dicari sang pembunuh. Akhirnya sang simbolog membawa mereka semua
berlindung di dalam kompleks militer Halim Perdana Kusumah dan menemui
sahabatnya, Kasturi seorang veteran korps elit angkatan udara Kopasgat.
Dibayangi incaran sang pembunuh dan kecurigaan perwira polisi yang
mengepalai tim buru sergap, Doktor Grant bersama rekan-rekannya berusaha
menyibak tabir pembunuhan tersebut dan menemukan berbagai rahasia kota
Jakarta yang selama ini terpendam dari kesadaran banyak orang.
Benar-benar bukan sekedar rahasia biasa.
Walau berbentuk fiksi, namun novel ini mampu menyodorkan sejumlah fakta
sejarah yang tak terbantahkan keotentikannya. Jika Batavia, yang
kemudian berubah nama menjadi Jakarta merupakan sebuah kota Masonik,
dibangun VOC sebagai loji terbesar Freemasonry lengkap dengan
simbol-simbol iblis di dalam tata ruang kotanya. Serta sejumlah bangunan
penting lainnya yang terdapat di dalamnya. Seperti kata pepatah, jika
sebuah novel kadangkala sering lebih jujur bertutur tentang sejarah
ketimbang buku-buku teks pelajaran di sekolah-sekolah resmi.
Ditulis dalam bahasa ringan dan mengalir, novel thriller dengan tempo
amat cepat ini mampu menyuguhkan kejutan-kejutan yang akan mengubah
paradigma para pembaca selama ini tentang sejarah bangsa, khususnya
sejarah terbentuknya ibukota Jakarta. Semuanya dibingkai dengan sangat
apik oleh penulis serta dipertegas lagi dengan sejumlah foto otentik
yang menyulitkan bagi siapa saja yang ingin membantahnya.
Inilah novel sejarah dengan hasil kerja riset yang keras dan berani. The
Da Vinci Code nya Indonesia. Selamat menikmati sajian sejarah dari kota
kita semua, The Jacatra Secret !
NPM : 14111300
Wednesday, May 7, 2014
Karangan Ilmiah
A. KARANGAN ILMIAH
Karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan di tulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Dapat juga diartikan sebagai tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu. Disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggung jawabkan kebenaran atau keilmiahannya. Karangan ilmiah memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Ø Objektif, keobjektifan ini menampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, dan tidak dimanipulasi.
Ø Netral, kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok.
Ø Sistematis, uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya.
Ø Logis, kelogisan ini bisa di lihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif.
Ø Menyajikan fakta, bukan emosi atau perasaan.
Ø Tidak pleonatis, maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat kata-katanya atau tidak berbelit-belit.
Ø Menggunakan ragam bahasa formal.
B. KARANGAN ILMIAH POPULER
Karangan ilmiah popular adalah pengetahuan ilmiah yang disajikan dengan tampilan format dan bahasa yang lebih enak di baca dan mudah dipahami, fakta yang disajikan harus tetap objektif dan dijiwai dengan kebenaran dan metode berfikir yang keilmuan. Karangan non ilmiah memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Ø Secara bahan menyajikan fakta objektif, bisa juga fiktif.
Ø Secara penyajian, menggunakan bahasa yang cermat, tidak selalu formal tetapi tetap taat asas, di susun secara sistematis, tidak memuat hipotesis.
Ø Sikap penulis, tidak memancing pertanyaan yang meragukan perasaan pembac agar seolah-olah mereka menghindari sendiri.
Ø Simpulan, membiarkan fakta berbicara sendiri, sekalipun didahului dengan membimbing dan mendorong pembacanya untuk berpikir aplikasinya.
Ø Sasaran masyarakat umum atau awam.
Ø Menggunakan kata-kata sederhana, mudah didentifikasi dan dipahami.
Ø Tidak memuat hipotesis.
Ø Isi dan judul harus informative dan mudah di tangkap maksudnya.
Ø Karangan ilmiah popular di susun seperti kerucut terbalik.
Ø Menggunakan bahasa yang komunikatif.
C. KARANGAN NON ILMIAH
Karangan non ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari. Bersifat subjektif, tidak di dukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa di gunakan (tidak formal). Karangan non ilmiah memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Ø Emotif, kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi.
Ø Persuasif, penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.
Ø Deksriptif, pendapat pribadi, sebagian imajinatif, dan subjektif.
Ø Kritik tanpa dukungan bukti.
Sumber:
http://bayangzone.blogspot.com/2013/04/perbedaan-karya-ilmiah-populer-dan-non.html
http://kiarukayaah.blogspot.com/2013/10/pengertian-karangan-ilmiah-populer-dan_30.html
http:// girlycious09.wordpress.com/tag/cirri-ciri-karya-non-ilmiah/
Karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan di tulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Dapat juga diartikan sebagai tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu. Disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggung jawabkan kebenaran atau keilmiahannya. Karangan ilmiah memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Ø Objektif, keobjektifan ini menampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, dan tidak dimanipulasi.
Ø Netral, kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok.
Ø Sistematis, uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya.
Ø Logis, kelogisan ini bisa di lihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif.
Ø Menyajikan fakta, bukan emosi atau perasaan.
Ø Tidak pleonatis, maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat kata-katanya atau tidak berbelit-belit.
Ø Menggunakan ragam bahasa formal.
B. KARANGAN ILMIAH POPULER
Karangan ilmiah popular adalah pengetahuan ilmiah yang disajikan dengan tampilan format dan bahasa yang lebih enak di baca dan mudah dipahami, fakta yang disajikan harus tetap objektif dan dijiwai dengan kebenaran dan metode berfikir yang keilmuan. Karangan non ilmiah memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Ø Secara bahan menyajikan fakta objektif, bisa juga fiktif.
Ø Secara penyajian, menggunakan bahasa yang cermat, tidak selalu formal tetapi tetap taat asas, di susun secara sistematis, tidak memuat hipotesis.
Ø Sikap penulis, tidak memancing pertanyaan yang meragukan perasaan pembac agar seolah-olah mereka menghindari sendiri.
Ø Simpulan, membiarkan fakta berbicara sendiri, sekalipun didahului dengan membimbing dan mendorong pembacanya untuk berpikir aplikasinya.
Ø Sasaran masyarakat umum atau awam.
Ø Menggunakan kata-kata sederhana, mudah didentifikasi dan dipahami.
Ø Tidak memuat hipotesis.
Ø Isi dan judul harus informative dan mudah di tangkap maksudnya.
Ø Karangan ilmiah popular di susun seperti kerucut terbalik.
Ø Menggunakan bahasa yang komunikatif.
C. KARANGAN NON ILMIAH
Karangan non ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari. Bersifat subjektif, tidak di dukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa di gunakan (tidak formal). Karangan non ilmiah memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Ø Emotif, kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi.
Ø Persuasif, penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.
Ø Deksriptif, pendapat pribadi, sebagian imajinatif, dan subjektif.
Ø Kritik tanpa dukungan bukti.
Sumber:
http://bayangzone.blogspot.com/2013/04/perbedaan-karya-ilmiah-populer-dan-non.html
http://kiarukayaah.blogspot.com/2013/10/pengertian-karangan-ilmiah-populer-dan_30.html
http:// girlycious09.wordpress.com/tag/cirri-ciri-karya-non-ilmiah/
Metode Ilmiah
Pengertian Metode Ilmiah
Metode Ilmiah adalah proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam ataupun fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar.
Tujuan Mempelajari Metode Ilmiah
Dalam mempelajari metode ilmiah terdapat tujuan khusus yang ingin kita capai, diantaranya:
v Meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara sistematis.
v Meningkatkan keterampilan dalam menulis berbagai karya tulis.
v Meningkatkan pengetahuan tentang mekanisme penulisan karangan ilmiah.
Sikap Ilmiah
Terdapat sikap-sikap ilmiah dalam melakukan penulisan ilmiah, berikut adalah penjelasannya:
v Sikap ingin tahu, sikap ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.
v Sikap kritis, sikap ini terlihat pada kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya untuk dibanding-bandingkan kekurangan dan kelebihannya, kecocokan dan tidaknya, kebanaran dan tidaknya, dan sebagainya.
v Sikap objektif, sikap ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.
v Sikap ingin menemukan, selalu memberikan saran-saran untuk eksperimen baru.
v Sikap tekun, tidak bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi eksperimen yang hasilnya meragukan, tidak akan berhenti melakukan kegiatan-kegiatan apabila belum selesai.
v Sikap menghargai karya orang lain, sikap ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain.
v Sikap terbuka, sikap ini terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain, walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain tersebut tidak di terima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.
Langkah-Langkah Penulisan Ilmiah
Berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan penulisan ilmiah, diantaranya adalah:
v Bagian Awal, Pada bagian ini berisi hal-hal yang berhubungan dengan penulisan. Yang terdiri dari:
ü Halaman Judul, ditulis dengan cover depan penulisan standar yang telah ditentukan oleh pihak perusahaan atau universitas masing-masing.
ü Lembar Pernyataan, merupakan halaman yang berisi pernyataan bahwa penulisan ini merupakan hasil karya sendiri bukan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap hasil karya orang lain.
ü Lembar Pengesahan, pada lembar pengesahan ini berisi daftar komisi pembimbing, daftar nama panitia yang terdiri dari ketua, sekertaris, dan anggota, dan kepala bagian.
ü Abstraksi, berisi tentang hasil dan pembahasan secara garis besar dari penulisan, dengan maksimal penulisan satu halaman.
ü Halaman Kata Pengantar, berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan serta dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan.
ü Halaman Daftar Isi, berisi semua informasi secara garis besar dan di susun berdasarkan nomor urut halaman.
ü Halaman Daftar Tabel
ü Halaman Daftar Gambar, meliputi: grafik, diagram, bagan, peta, dan sebagainya.
v Bagian Tengah, yang terdiri dari:
ü Bab Pendahuluan, yang terdiri dari:
· latar belakang masalah, menguraikan tentang alasan dan motivasi dari penulis terhadap topic permasalahan yang bersangkutan.
· Rumusan masalah, berisi masalah apa yang terjadi dan sekaligus merumuskan masalah dalam penelitian yang bersangkutan.
· Batasan masalah, memberikan batasan yang jelas pada bagian mana dari persoalan atau masalah yang di kaji dan bagian mana yang tidak.
· Tujuan penelitian, menggambarkan hasil-hasil apa yang bisa di capai dan diharapkan dari penelitian ini dengan memberikan jawaban terhadap masalah yang diteliti.
· Metode penelitian, menjelaskan cara pelaksanaan kegiatan penelitian, mencakup cara pengumpulan data, alat yang digunakan dan cara analisa data. Jenis-jenis metode penelitian ada tiga, yaitu studi pustaka, studi lapangan, dan gabungan keduanya. Studi pustaka adalah semua bahan diperoleh dari buku-buku atau jurnal. Sedangkan studi lapangan adalah data di ambil langsung di lokasi penelitian. Dan gabungan keduanya adalah gabungan studi pustaka dan studi lapangan.
· Sistematika penulisan, memberikan gambaran umum dari bab ke bab isi dari penulisan ilmiah.
ü Bab Landasan Teori, menguraikan teori-teori yang menunjang penulisan/penelitian, yang bisa di perkuat dengan menunjukkan hasil penelitian sebelumnya.
ü Metode Penelitian, menjelaskan cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yang ada.
ü Bab Analisis Data dan Pembahasan, membahas tentang keterkaitan antar faktor-faktor dari data yang di peroleh dari masalah yang diajukan kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan metode yang diajukan dan menganalisa proses dan hasil penyelesaian tersebut.
ü Bab Kesimpulan dan Saran, berisi jawaban dari masalah yang diajukan penulis, yang diperoleh dari penelitian. Serta saran-saran yang ditujukan kepada pihak-pihak terkait, sehubungan dengan hasil penelitian.
v Bagian Akhir, yang terdiri dari:
ü Daftar Pustaka, berisi daftar referensi, yang digunakan dalam penulisan.
ü Lampiran, penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, gambar, perhitungan, grafik atau tabel, yang merupakan penjelasan rinci dari apa yang disajikan di bagian-bagian terkait sebelumnya.
Sumber:
http://mikailfirdaus.blogspot.com/2013/04/definisi-karakteristik-dan-langkah.html
http://shofidzulfikar41.blogspot.com/2013/05/pengertian-metode-ilmiah-tujuan.html
http://yanhasiholan.wordpress.com/2012/11/21/sikap-ilmiah/
Metode Ilmiah adalah proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam ataupun fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar.
Tujuan Mempelajari Metode Ilmiah
Dalam mempelajari metode ilmiah terdapat tujuan khusus yang ingin kita capai, diantaranya:
v Meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara sistematis.
v Meningkatkan keterampilan dalam menulis berbagai karya tulis.
v Meningkatkan pengetahuan tentang mekanisme penulisan karangan ilmiah.
Sikap Ilmiah
Terdapat sikap-sikap ilmiah dalam melakukan penulisan ilmiah, berikut adalah penjelasannya:
v Sikap ingin tahu, sikap ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.
v Sikap kritis, sikap ini terlihat pada kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya untuk dibanding-bandingkan kekurangan dan kelebihannya, kecocokan dan tidaknya, kebanaran dan tidaknya, dan sebagainya.
v Sikap objektif, sikap ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.
v Sikap ingin menemukan, selalu memberikan saran-saran untuk eksperimen baru.
v Sikap tekun, tidak bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi eksperimen yang hasilnya meragukan, tidak akan berhenti melakukan kegiatan-kegiatan apabila belum selesai.
v Sikap menghargai karya orang lain, sikap ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain.
v Sikap terbuka, sikap ini terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain, walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain tersebut tidak di terima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.
Langkah-Langkah Penulisan Ilmiah
Berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan penulisan ilmiah, diantaranya adalah:
v Bagian Awal, Pada bagian ini berisi hal-hal yang berhubungan dengan penulisan. Yang terdiri dari:
ü Halaman Judul, ditulis dengan cover depan penulisan standar yang telah ditentukan oleh pihak perusahaan atau universitas masing-masing.
ü Lembar Pernyataan, merupakan halaman yang berisi pernyataan bahwa penulisan ini merupakan hasil karya sendiri bukan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap hasil karya orang lain.
ü Lembar Pengesahan, pada lembar pengesahan ini berisi daftar komisi pembimbing, daftar nama panitia yang terdiri dari ketua, sekertaris, dan anggota, dan kepala bagian.
ü Abstraksi, berisi tentang hasil dan pembahasan secara garis besar dari penulisan, dengan maksimal penulisan satu halaman.
ü Halaman Kata Pengantar, berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan serta dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan.
ü Halaman Daftar Isi, berisi semua informasi secara garis besar dan di susun berdasarkan nomor urut halaman.
ü Halaman Daftar Tabel
ü Halaman Daftar Gambar, meliputi: grafik, diagram, bagan, peta, dan sebagainya.
v Bagian Tengah, yang terdiri dari:
ü Bab Pendahuluan, yang terdiri dari:
· latar belakang masalah, menguraikan tentang alasan dan motivasi dari penulis terhadap topic permasalahan yang bersangkutan.
· Rumusan masalah, berisi masalah apa yang terjadi dan sekaligus merumuskan masalah dalam penelitian yang bersangkutan.
· Batasan masalah, memberikan batasan yang jelas pada bagian mana dari persoalan atau masalah yang di kaji dan bagian mana yang tidak.
· Tujuan penelitian, menggambarkan hasil-hasil apa yang bisa di capai dan diharapkan dari penelitian ini dengan memberikan jawaban terhadap masalah yang diteliti.
· Metode penelitian, menjelaskan cara pelaksanaan kegiatan penelitian, mencakup cara pengumpulan data, alat yang digunakan dan cara analisa data. Jenis-jenis metode penelitian ada tiga, yaitu studi pustaka, studi lapangan, dan gabungan keduanya. Studi pustaka adalah semua bahan diperoleh dari buku-buku atau jurnal. Sedangkan studi lapangan adalah data di ambil langsung di lokasi penelitian. Dan gabungan keduanya adalah gabungan studi pustaka dan studi lapangan.
· Sistematika penulisan, memberikan gambaran umum dari bab ke bab isi dari penulisan ilmiah.
ü Bab Landasan Teori, menguraikan teori-teori yang menunjang penulisan/penelitian, yang bisa di perkuat dengan menunjukkan hasil penelitian sebelumnya.
ü Metode Penelitian, menjelaskan cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yang ada.
ü Bab Analisis Data dan Pembahasan, membahas tentang keterkaitan antar faktor-faktor dari data yang di peroleh dari masalah yang diajukan kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan metode yang diajukan dan menganalisa proses dan hasil penyelesaian tersebut.
ü Bab Kesimpulan dan Saran, berisi jawaban dari masalah yang diajukan penulis, yang diperoleh dari penelitian. Serta saran-saran yang ditujukan kepada pihak-pihak terkait, sehubungan dengan hasil penelitian.
v Bagian Akhir, yang terdiri dari:
ü Daftar Pustaka, berisi daftar referensi, yang digunakan dalam penulisan.
ü Lampiran, penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, gambar, perhitungan, grafik atau tabel, yang merupakan penjelasan rinci dari apa yang disajikan di bagian-bagian terkait sebelumnya.
Sumber:
http://mikailfirdaus.blogspot.com/2013/04/definisi-karakteristik-dan-langkah.html
http://shofidzulfikar41.blogspot.com/2013/05/pengertian-metode-ilmiah-tujuan.html
http://yanhasiholan.wordpress.com/2012/11/21/sikap-ilmiah/
Thursday, March 13, 2014
PENALARAN
Pengertian
Penalaran adalah proses berpikir yang
bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah
konsep dan pengertian. Dengan kata lain penalaran dapat juga diartikan sebagai
suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta atau petunjuk
menuju suatu kesimpulan.
Proposisi
Proposisi adalah kalimat logika yang
merupakan pernyataan tentang hubungan antara dua atau beberapa hal yang dapat
dinilai benar atau salah. Dengan kata lain, proposisi sebagai pernyataan yang
di dalamnya manusia mengakui atau mengingkari sesuatu tentang sesuatu yang
lain.
Proposisi
merupakan pernyataan tentang hubungan yang terdapat di antara subjek dan
predikat. Sehingga dapat diartikan proposisi sebagai pernyataan yang lengkap
dalam bentuk subjek-predikat atau term-term yang membentuk kalimat.
Inferensi
dan Implikasi
Metode Inferensi adalah mekanisme
berfikir dan pola-pola penalaran yang digunakan oleh system untuk mencapai
suatu kesimpulan. Metode ini akan menganalisa masalah tertentu dan selanjutnya
akan mencari jawaban atau kesimpulan yang terbaik. Penalaran dimulai dengan
mencocokkan kaidah-kaidah dalam basis pengetahuan dengan fakta-fakta yang ada
dalam basis data.
Sedangkan
untuk metode implikasi, perhatikan pernyataan berikut ini, “Jika matahari
bersinar maka udara terasa hangat”, jadi bila kita tahu bahwa matahari
bersinar, kita juga tahu bahwa udara terasa hangat. Karena itu akan sama
artinya jika kalimat tersebut kita tulis sebagai berikut, “bila matahari
bersinar, udara terasa hangat”, “sepanjang waktu matahari bersinar, udara
terasa hangat”, “matahari bersinar berimplikasi udara terasa hangat”.
“matahari bersinar hanya jika udara terasa hangat”.
Berdasarkan
pernyataan diatas, maka untuk menunjukkan bahwa udara tersebut hangat adalah
cukup dengan menunjukkan bahwa matahari bersinar. Sedangkan untuk menunjukkan
bahwa matahari bersinar adalah perlu dengan menunjukkan udara menjadi hangat
atau udara terasa hangat merupakan syarat perlu bagi matahari bersinar.
Wujud
Efisiensi
Berpikir/bernalar sebagai proses bahasa,
berbahasa memerlukan kegiatan berpikir. Sebelum berbahasa kita pasti berpikir
karenanya tak salah jika mengatakan bahwa berbahasa identik dengan berpikir.
Bernalar akan membantu manusia brpikir lurus, efisien, tepat dan teratur.
Bernalar dimaksudkan untuk menghindari kesalahan dalam segala aktivitas manusia
berdasarkan diri pada prinsip bernalar. Bernalar mengarah pada berpikir benar,
lepas dai berbagai prasangka dan emosi dan keyakinan seseorang. Karena bernalar
mendidik manusia bersikap objektif, tegas, dan berani. Semua tadi merupakan
wujud efisiensi yang dibutuhkan dalam segala kondisi.
Cara
Menguji Data
·
Observasi, yaitu melakukan peninjauan untuk lebih
meyakinkan dirinya sendiri dengan mengadakan peninjauan atau observasi singkat
untuk mengecek data atau informasi tersebut.
·
Kesaksian, yaitu meminta keterangan dari orang lain, yang
telah mengalami sendiri atau menyelidiki sendiri persoalan tersebut.
·
Autoritas, yaitu meminta pendapat dari seorang ahli atau
mereka yang telah menyelidiki fakta-fakta itu dengan cermat, memperhatikan
semua kesaksian, menilai semua fakta dan kemudian memberikan pendapat mereka
sesuai dengan keahlian mereka di bidang tersebut.
Cara
Menguji Fakta
·
Konsistensi, yaitu tidak ada satu evidensi yang
bertentangan atau melemahkan evidensi yang lain, maka argumentasi itu tidak
akan meyakinkan pembaca atau pendengar.
·
Koherensi, fakta yang digunakan sebagai evidensi harus
koheren dengan pengalaman manusia atau sesuai dengan pandangan juga sikap yang
berlaku. Penulis harus meyakinkan pembaca untuk menerima fakta-fakta dan jalan
pikiran yang dikemukakannya.
Cara
Menilai Autoritas
·
Tidak mengandung prasangka :
Pendapat itu disusun berdasarkan pada hasil-hasil
eksperimental yang dilakukannya. Pengertian tidak mengandung prasangka juga
mencakup hal lain, yaitu bahwa autoritas tidak boleh memperoleh keuntungan
pribadi dari data-data eksperimentalnya. Bila faktor-faktor itu tidak
mempengaruhi autoritas itu, maka pendapatnya dapat dianggap sebagai pendapat
yang objektif.
·
Pengalaman dan pendidika autoritas :
Pendidikan yang diperoleh menjadi jaminan awal dan harus
dikembangkan lebih lanjut dalam kegiatan-kegiatan sebagai seorang ahli yang
diperoleh melalui pendidikannya tadi. Pengalaman yang diperoleh autoritas
dengan penelitian yang dilakukannya dan mempresentasikan hasil-hasil penelitian
juga pendapatnya, akan lebih memperkokoh kedudukannya, dengan catatan bahwa
syarat pertama diatas harus diperhatikan.
·
Kemashuran dan prestise:
Meneliti apakah pernyataan atau pendapat yang akan
dikutip sebagai autoritas itu hanya sekedar bersembunyi dibalik kemashuran dan
prestise pribadi dibidang lain. Sering terjadi bahwa seseorang yang menjadi
terkenal karena prestise tertentu, dianggap berwenang pula dalam segala bidang.
Selama apa yang dikatakannya hanya merupakan pendapat, maka tidak menjadi
masalah. Tapi sangat menyedihkan bila pendapatnya itu dikutip dan diperlakukan
sebagai suatu autoritas, tanpa mengadakan penelitian sampai dimana kebenaran
pendapat itu dan dasar-dasar mana yang dipakai dan diandalkan untuk menyusun
pendapat tersebut.
·
Koherensi dengan kemajuan :
Pendapat yang diberikan autoritas itu sejalan dengan
perkembangan dan kemajuan jaman, atau koheren dengan pendapat atau sikap terakhir
dalam bidang tersebut. Untuk memperlihatkan bahwa penulis sungguh-sungguh siap
dengan persoalan yang tengah diargumentasikan, maka sebaiknya seluruh
argumentasi itu jangan didasarkan hanya pada satu autoritas. Dengan bersandar
pada satu autoritas saja, maka hal itu memperlihatkan bahwa penulis kurang
menyiapkan diri.
Sumber:
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Penalaran
http://hadi27.wordpress.com/penalaran-dalam-penulisan-karya-ilmiah/
http://andini-andhini.blogspot.com/2013/04/pengertian-penalaran-dan-proposisi.html
http://gorengghora.blogspot.com/2011/01/pengertian-implikasi.html
http://rendyherlambang.blogspot.com/2013/03/bagaimana-penalaran-digunakan-dalam.html
http://vianipire.blogspot.com/2012/03/penalaran-itu.html
DEDUKTIF
Silogisme Kategorial
Silogisme kategorial adalah
silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang
mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi
premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor (premis
yang termnya menjadi subjek). Dan yang menghubungkan diantara kedua premis
tersebut adalah term penengah.
Contoh :
Semua tumbuhan
membutuhkan air. (Premis Mayor)
Akasia adalah
tumbuhan (Premis Minor)
Akasia membutuhkan
air (Konklusi).
Silogisme Hipotesis
Silogisme hipotesis yaitu silogisme
yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi conditional hipotesis.
Conditional hipotesis yaitu :
·
Bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya
membenarkan konsekuen.
·
Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak
konsekuen.
Contoh
:
My : Jika tidak ada uang manusia sangat
kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Mn: Uang tidak ada.
K : Jadi manusia akan kesulitan untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya.
Silogisme Alternatif
Silogisme
alternative adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi
alternative. Proposisi alternative yaitu bila premis minornya membenarkan salah
satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternative yang lain.
Contoh :
My : Kucing berada di
dalam rumah atau di luar rumah.
Mn : Kucing berada di
luar rumah.
K : Jadi kucing tidak
berada di dalam rumah.
Entimen
Entimen adalah silogisme yang diperpendek. Entimen tidak perlu
menyebutkan premis umum, tetapi langsung mengetengahkan simpulan dengan premis
khusus yang menjadi penyebabnya. Rumus entimen adalah : C=B, karena C=A.
Contoh :
Silogisme :
PU : Pegawai yang
baik tidak mau menerima suap.
PK : Decin pegawai
yang baik.
S : Decin tidak mau
menerima suap.
Entimemnya:
Decom tidak mau
menerima suap, karena ia pegawai yang baik.
Penjelasannya :
C : Ali,ia
B : Tidak mau
menerima suap.
C=B, karena C=A
Sumber :
http://gilatugas.blogspot.com/2012/04/silogisme-dan-penalaran.html
http://adulchuletta.blogspot.com/2010/06/tugas-silogisme-hipotesis.html
http://yessa0409.blogspot.com/2013/03/silogisme-alternatif.html
http://acepgagan.blogspot.com/2013/01/silogsme-entimen.html
INDUKTIF
Generalisasi
Generalisasi adalah suatu proses
penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena individual (khusus) menuju
kesimpulan umum yang mengikat selutuh fenomena sejenis dengan fenomena
individual yang diselidiki.
Contoh :
Tamara Bleszynski adalah bintang iklan, dan ia berparas
cantik.
Nia Ramadhani adalah bintang iklan, dan ia berparas
cantik.
Generalisasi : Semua bintang sinetro berparas cantik.
Pernyataan
“semua bintang sinetron berparas cantik” hanya memiliki kebenaran probabilitas
karena belum pernah diselidiki kebenarannya. Karena contoh kesalahannya :Omas
juga bintang iklan, tetapi tidak berparas cantik.
Hipotesis
dan Teori
Suatu hipotesis sifatnya spesifik dan
prediktif, membahas tentang apa yang anda harapkan akan terjadi dalam
penelitian anda. Sebagai contoh, sebuah penelitian untuk melihat hubungan
antara kebiasaan belajar dan kecemasan mungkin memiliki hipotesis yang
menyatakan, “kami memperkirakan bahwa siswa dengan kebiasaan belajar yang lebih
baik tidak mengalami banyak kecemasan”. Jika sebuah studi membahas tentang
eksplorasi alam, hipotesisnya harus selalu menjelaskan apa yang diharapkan
terjadi selama eksperimen atau penelitian.
Sebuah teori adalah prinsip mapan yang
telah dikembangkan untuk menjelaskan beberapa aspek dari suatu pengetahuan.
Sebuah teori muncul dari pengamatan dan pengujian berulang dengan menggabungkan
fakta, hukum, prediksi, dan hipotesis yang diterima secara luas.
Perbedaan antara hipotesis dan teori adalah :
·
Suatu teori memprediksi peristiwa secara umum, sedangkan
hipotesis membuat prediksi spesifik tentang bagian tertentu suatu keadaan.
·
Suatu teori telah diuji secara luas dan diterima secara
umum, sedangkan hipotesis adalah dugaan spekulatif yang belum diuji.
Analogi
Paragraf analogi adalah paragraf yang
penalarannya dengan cara membandingkan dua hal yang banyak mengandung
persamaan. Dalam membuat paragraf analogi ini kita diharuskan memikirkan 2 hal
yang memiliki kesamaan. Proses berfikir ini ialah yang disebut proses berfikir
induktif.
Contoh :
Belajar
dengan menggunakan buku dan kertas seperti pedang yang berkepala dua. Jika
menggunakan kertas terlalu banyak dapat menyebabkan hutan gundul dan pemanasan
global terjadi. Tapi apabila tidak menggunakan kertas dapat menyebabkan orang
tidak dapat belajar dengan baik apalagi yang memiliki tingkat ekonomi terbatas
serba salah untuk mengambil keputusan seperti saat menggunakan pedang berkepala
dua yang bisa menyerang dua arah yang
berlawanan.
Hubungan
Kausal
Hubungan kausal adalah pola penyusunan
paragraf dengan menggunakan fakta-fakta yang memiliki pola hubungan sebab
akibat. Paragraf hubungan sebab akibat merupakan paragraf yang dimulai dengan
mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada simpulan yang
menjadi akibat.
Contoh:
Kemarau tahun ini cukup panjang.
Sebelumnya pohon=pohon di utan sebagai penyerap air banyak yang ditebang. Di
samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk
yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan
pertaniannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu
gagal.
Ada tiga pola hubungan kausalitas, yaitu
sebab-akibat, akibat-sebab, dan sebab-akibat satu dan akibat dua.
·
Sebab-akibat
Penalaran ini berawal dari peristiwa yang merupakan
sebab, kemudian sampai pada kesimpulan sebagai akibatnya. Polanya adalah A
mengakibatkan B. hal penting yang perlu kita perhatikan dalam membuat
kesimpulan pola sebab-akibat adalah kecermatan dalam menganalisis peristiwa
atau faktor penyebab.
·
Akibat-sebab
Dalam pola ini kita memulai dengan peristiwa yang menjadi
akibat. Peristiwa ini kemudian kita analisis untuk mencari penyebabnya. Suatu
penyebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi
sebab yang menimbulkan akibat kedua. Demikian seterusnya hingga timbul
rangkaian beberapa akibat.
Induksi
Dalam Metode Eksposisi
Eksposisi adalah salah satu jenis
pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan
untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang
singkat, akurat, dan padat. Karangan ini berisi untaian atau enjelasan tentang
suatu topic dengan tujuan member informasi atau pengetahuan tambahan bagi
pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau
statistik. Sebagai catatan, tidak jarang eksposisi ditemukan hanya berisi
untaian tentang langkah/cara/proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut
paparn proses.
Langkah menyusun eksposisi :
·
Menentukan topic/tema
·
Menetapkan tujuan
·
Mengumpulkan data dari berbagai sumber
·
Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang
dipilih
·
Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi
Sumber
:
http://andriksupriadi.wordpress.com/2010/04/03/pengertian-generalisasi/
http://blogteori.com/2013/11/perbedaan-antara-teori-dan-hipotesis.html
http://contohparagraf.blogspot.com/2013/08/contoh-paragraf-analogi.html
http://yulirahmawati93.blogspot.com/2013/01/hubungan-kausal.html
http://zainal-muttaqin.blogspot.com/2010/03/penalaran-induktif.html
Friday, January 31, 2014
Pengertian, Fungsi dan Jenis Kutipan
Pengertian:
Kutipan,
sebuah kata yang mungkin semua orang belum mengetahui maksudnya apa. Disini
saya akan mengulas sedikit mengenai kutipan. Kutipan adalah gagasan, ide,
pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu
disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel,
laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.
Tujuan:
Dalam tulisan ilmiah, baik berupa artikel, karya tulis, skripsi, tesis, dan disertasi selalu terdapat kutipan. Kutipan adalah pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip karya orang lain tersebut. Dengan demikian kutipan memiliki fungsi sebagai:
a. landasan teori
b. penguat pendapat penulis
c. penjelasan suatu uraian
d. bahan bukti untuk menunjang pendapat itu
Berdasarkan fungsi di atas seorang penulis harus memperhatikan hal-hal berikut:
1) penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu
2) penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan
3) kutipan dapat terkait dengan penemuan teori
4) jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung
5) penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tak langsung
6) perhatikan teknik penulisan kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan
Dalam tulisan ilmiah, baik berupa artikel, karya tulis, skripsi, tesis, dan disertasi selalu terdapat kutipan. Kutipan adalah pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip karya orang lain tersebut. Dengan demikian kutipan memiliki fungsi sebagai:
a. landasan teori
b. penguat pendapat penulis
c. penjelasan suatu uraian
d. bahan bukti untuk menunjang pendapat itu
Berdasarkan fungsi di atas seorang penulis harus memperhatikan hal-hal berikut:
1) penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu
2) penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan
3) kutipan dapat terkait dengan penemuan teori
4) jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung
5) penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tak langsung
6) perhatikan teknik penulisan kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan
Fungsi
Kutipan
Kutipan memiliki fungsi tersendiri. Fungsi dari kutipan adalah sebagai berikut :
1) Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi.
2) Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
3) Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
4) Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.
5) Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
6) Meningkatkan estetika penulisan.
7) Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah yang terkait dengan data pustaka.
Kutipan memiliki fungsi tersendiri. Fungsi dari kutipan adalah sebagai berikut :
1) Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi.
2) Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
3) Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
4) Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.
5) Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
6) Meningkatkan estetika penulisan.
7) Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah yang terkait dengan data pustaka.
Jenis
Kutipan
a. Kutipan langsung:
Kutipan Langsung ialah kutipan yang sama persis dengan teks aslinya,tidak boleh ada perubahan.Kalau ada hal yang dinilai salah/meragukan,kita beri tanda ( sic! ),yang artinya kita sekedar mengutip sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu.Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [ huruf miring dari pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll. Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ].
Kutipan Langsung ialah kutipan yang sama persis dengan teks aslinya,tidak boleh ada perubahan.Kalau ada hal yang dinilai salah/meragukan,kita beri tanda ( sic! ),yang artinya kita sekedar mengutip sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu.Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [ huruf miring dari pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll. Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ].
b. Kutipan
tidak lansung ( Kutipan Isi )
Dalam kutipan tidak langsung kita hanya mengambil intisari pendapat yang kita kutip.Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ) seperti telah dicontohkan.
d. Kutipan pada catatan kaki
e. Kutipan atas ucapan lisan
f. Kutipan dalam kutipan
g. Kutipan langsung pada materi
Dalam kutipan tidak langsung kita hanya mengambil intisari pendapat yang kita kutip.Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ) seperti telah dicontohkan.
d. Kutipan pada catatan kaki
e. Kutipan atas ucapan lisan
f. Kutipan dalam kutipan
g. Kutipan langsung pada materi
Subscribe to:
Posts (Atom)
